Pemkot Makassar Kaji Skema Teknologi Konversi Sampah, Tanpa Bebani APBD

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARISSPIRITS.NEWS_ Pemerintah Kota Makassar terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman dan teknologi pengelolaan limbah modern.

Upaya ini dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dengan jajaran manajemen PT Samtara Energy, perusahaan asal Jakarta yang bergerak di bidang energi dan pengelolaan limbah. Pertemuan tersebut berlangsung di Balai Kota Makassar, Kamis (30/10/2025) petang.

Diskusi berfokus pada peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, khususnya penanganan sampah lama atau eksisting di TPA Tamangapa yang selama ini menjadi persoalan utama bagi Pemkot Makassar.

General Manager PT Samtara Energy, Bobby, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Pemkot Makassar dalam menerima inovasi pengelolaan sampah. Menurutnya, pihaknya siap menawarkan teknologi yang dapat mengurai tumpukan sampah lama tanpa membebani anggaran daerah.

“Kami datang untuk menawarkan solusi pengolahan yang fokus pada penanganan sampah lama, bukan hanya sampah baru seperti pada konsep Waste to Energy (WTE),” ujarnya.

Bobby menjelaskan, teknologi yang ditawarkan Samtara Energy memungkinkan konversi sampah menjadi crude oil (minyak mentah sintetis) dan produk turunan lain seperti Refuse Derived Fuel (RDF), pelet plastik, serta kompos. Seluruh investasi, kata dia, dilakukan secara mandiri oleh perusahaan tanpa menggunakan dana APBD.

Baca Juga :  Makassar Terapkan Pembayaran Digital, DPRD Dukung Transformasi Layanan Publik

“Kami tidak memungut tipping fee dari APBD, hanya butuh dukungan pemerintah untuk lahan dan pasar hasil olahan,” tambahnya.

Sebagai gambaran, Bobby menyebut proyek serupa di Malaysia yang telah berhasil mengolah 300 ton sampah per hari, di mana 30 persen di antaranya dapat dikonversi menjadi minyak siap pakai.

“Dari 300 ton, sekitar 90 ton bisa diolah menjadi minyak. Teknologi ini sudah kami kembangkan dan terbukti efektif,” jelasnya.

Selain itu, PT Samtara Energy memiliki pengalaman dalam proyek pengelolaan limbah di berbagai daerah, termasuk menjadi pemenang tender WTE di Kota Tangerang yang sudah berjalan hampir delapan tahun.

“Teknologi kami mampu menyesuaikan dengan volume sampah 500 hingga 2.000 ton per hari, tergantung kebutuhan kota,” kata Bobby.

Ia menambahkan, solusi ini dapat memberikan manfaat ganda bagi pemerintah daerah, tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Ketika sampah existing habis, lahan TPA bisa dimanfaatkan kembali dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ashabul Kahfi Tekankan Pentingnya Gizi 1000 HPK di Program Bangga Kencana Takalar

Pertemuan ini turut dihadiri Ketua Tim Ahli Pemkot Andi Hudli Huduri dan Kepala DLH Makassar Helmy Budiman. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Munafri menegaskan bahwa Pemkot tetap terbuka terhadap setiap tawaran inovasi, namun akan melalui proses kajian teknis dan hukum yang komprehensif.

“Semua tawaran masih dalam tahap kajian. Kami ingin memastikan solusi yang dipilih benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan kota,” tegasnya.

Munafri mengakui bahwa penumpukan sampah lama di TPA Tamangapa masih menjadi tantangan besar. Meski volume sampah baru yang masuk sudah ditekan di bawah 1.000 ton per hari, lahan TPA seluas 19,1 hektare kini menumpuk hingga 17 meter.

“Kami mencari teknologi yang mampu menghilangkan sampah lama secara signifikan. Jika dibiarkan, lahan bisa habis dan risikonya semakin besar,” ujar Munafri.

Ia menambahkan, Pemkot juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan sejumlah kementerian lain untuk mencari dukungan teknis dalam penyelesaian masalah TPA Tamangapa. “Kami ingin ada kajian bersama agar solusi yang diambil benar-benar tuntas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kolaborasi BPBD dan Duta Pemuda Perkuat Budaya Sadar Bencana di Wilayah Kepulauan
DPRD dan Pemkot Makassar Sepakat Perkuat Tata Ruang dan Transportasi Demi Kepentingan Warga
Sanitary Landfill Jadi Target, Wali Kota Makassar Kerahkan Semua Instrumen Benahi TPA Antang
Wali Kota Makassar Pimpin Aksi Plogging Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Perkuat Komitmen Kota Bersih dan Berkelanjutan
Wali Kota Makassar Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Sehat pada Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026
Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Kaji TPP ASN dan Skema Pengupahan PJLP
Dr. Muh. Fuad Azis Teguhkan Komitmen Kebersamaan dalam Silaturahmi Akbar IKASI Kota Makassar
Lantik 167 PNS, Appi Minta ASN Baru Siap Kerja, Bukan Sekadar Cari Aman
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:27 WITA

Kolaborasi BPBD dan Duta Pemuda Perkuat Budaya Sadar Bencana di Wilayah Kepulauan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:35 WITA

DPRD dan Pemkot Makassar Sepakat Perkuat Tata Ruang dan Transportasi Demi Kepentingan Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:59 WITA

Sanitary Landfill Jadi Target, Wali Kota Makassar Kerahkan Semua Instrumen Benahi TPA Antang

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:56 WITA

Wali Kota Makassar Pimpin Aksi Plogging Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Perkuat Komitmen Kota Bersih dan Berkelanjutan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:28 WITA

Pemkot Makassar Gandeng LAN RI Kaji TPP ASN dan Skema Pengupahan PJLP

Berita Terbaru