SENIN, 28 SEPTEMBER 2026: IKHTIAR PROF. ANDI ASLINDA, MELANGKAH TEGAK MENJEMPUT AMANAH

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 08:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar _Garisspirits.com_Senin, 28 September 2026. Hari ini bukan sekadar pergantian hari dalam kalender. Bagi Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., hari ini menjadi satu titik penting dalam perjalanan panjang pengabdiannya di Universitas Negeri Makassar. Ia melangkah tegak memasuki proses pencalonan Rektor UNM periode 2027–2031, membawa pengalaman, ikhtiar, dan tanggung jawab untuk diuji dalam ruang akademik.

Langkah ini tentu tidak dimulai hari ini. Ia telah ditempa oleh perjalanan panjang dari lingkungan program studi, fakultas, hingga universitas. Dari Sekretaris Program Studi Administrasi Negara, Ketua Program Studi, Wakil Dekan, hingga mengemban amanah sebagai Wakil Rektor UNM Bidang Akademik. Pada 2023, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Kebijakan Publik. Setiap fase menghadirkan pengalaman, tantangan, dan pelajaran tentang bagaimana sebuah amanah dijalankan.

Di balik perjalanan tersebut tampak tiga karakter yang mewarnai cara ia bekerja: optimis dalam memandang masa depan, tegas dalam memegang prinsip, tetapi tetap peduli kepada manusia. Optimisme membuat perubahan dipandang sebagai peluang. Ketegasan diperlukan agar prinsip dan tanggung jawab tidak mudah bergeser. Sementara kepedulian mengingatkan bahwa di balik sistem, aturan, dan angka-angka akademik selalu ada manusia yang perlu didengar.

Baca Juga :  Dr. Muh. Fuad Azis Serahkan Sertifikat Bangunan Gedung Hijau Predikat Madya untuk RS UPT Vertikal Makassar

Nilai itu dekat dengan falsafah masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Bugis mengenal reso, kesungguhan bekerja dan berikhtiar. Makassar menjunjung siri’ na pacce, kehormatan yang berjalan bersama kepedulian. Mandar memiliki siwaliparri’, semangat saling menopang dalam memikul tanggung jawab. Toraja mengajarkan misa’ kada dipotuo, pantan kada dipomate, bahwa kebersamaan merupakan kekuatan dalam perjalanan menuju tujuan.

Karena itu, langkah 28 September ini dapat dibaca bukan semata sebagai langkah seorang kandidat menuju sebuah jabatan. Ia adalah ikhtiar seorang akademisi memasuki ruang pembuktian. Pengalaman akan dipertemukan dengan tantangan baru, gagasan akan diuji, dan rekam jejak akan dinilai. Pada akhirnya, sebuah kepemimpinan tidak cukup diceritakan melalui perjalanan masa lalu; ia harus menemukan maknanya melalui apa yang dapat dikerjakan untuk masa depan.

Pinisi berlayar membelah lautan,
Layar terkembang menantang gelombang.
Ikhtiar dijaga dalam pengabdian,
Amanah ditunaikan untuk masa depan.

Hari ini Prof. Andi Aslinda melangkah tegak. Bukan karena jalan di depan akan selalu tenang, melainkan karena setiap ikhtiar membutuhkan keberanian untuk memulainya. 28 September 2026 menjadi awal dari langkah itu. Selanjutnya, biarkan gagasan diuji, rekam jejak dinilai, dan kerja menjadi pembuktian.

Baca Juga :  DPRD Makassar Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan Ketiga Tata Tertib Dewan

Ada satu harapan yang patut dititipkan dalam perjalanan ini: tetaplah optimis tanpa kehilangan kerendahan hati, tegas tanpa meninggalkan kepedulian, dan berani mengambil keputusan tanpa berhenti mendengar. Jaga kehormatan setiap proses, hormati setiap perbedaan, dan tempatkan kepentingan UNM sebagai titik temu dari setiap gagasan dan ikhtiar.

Apa pun yang kelak menjadi hasil dari perjalanan ini, biarlah prosesnya meninggalkan sesuatu yang bernilai: keteladanan dalam berikhtiar, persaudaraan yang tetap terjaga, serta pengabdian yang tidak berhenti hanya karena sebuah proses telah selesai. Sebab amanah memiliki masanya, jabatan memiliki batasnya, tetapi kebaikan yang ditanam melalui pengabdian dapat hidup jauh melampaui keduanya.

Maka melangkahlah, Prof. Andi Aslinda. Melangkahlah dengan ikhtiar, teguhlah dalam prinsip, dan tetaplah peduli. Sebab kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan seberapa tulus ia menjaga amanah dan seberapa berarti jejak yang ditinggalkannya bagi masa depan UNM.

Berita Terkait

Musda HKTI Sulsel, Karding Dorong Penguatan Organisasi hingga Tingkat Daerah
Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XII, H. Ray Suryadi Arsyad Perkuat Sinergi Bersama BPBD Makassar
H. Ray Suryadi Arsyad Kawal Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XI Bersama Disdukcapil Makassar
Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XII, Imam Musakkar Bangun Kolaborasi dengan Kelurahan Karuwisi Utara
H. Ray Suryadi Arsyad dan BPBD Makassar Siapkan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XII
Sinergi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan XI,Bersama Anggota DPRD Kota Makassar Imam Musakkar, S.H. dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar
H.Ray Suryadi Arsyad Siapkan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XI
H. Sangkala Sadikko Perkuat Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XII di Tamalanrea
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Musda HKTI Sulsel, Karding Dorong Penguatan Organisasi hingga Tingkat Daerah

Senin, 28 September 2026 - 18:55 WITA

Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XII, H. Ray Suryadi Arsyad Perkuat Sinergi Bersama BPBD Makassar

Senin, 28 September 2026 - 08:35 WITA

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026: IKHTIAR PROF. ANDI ASLINDA, MELANGKAH TEGAK MENJEMPUT AMANAH

Minggu, 27 September 2026 - 20:00 WITA

H. Ray Suryadi Arsyad Kawal Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XI Bersama Disdukcapil Makassar

Minggu, 27 September 2026 - 18:30 WITA

Pengawasan Pemerintahan Daerah Angkatan XII, Imam Musakkar Bangun Kolaborasi dengan Kelurahan Karuwisi Utara

Berita Terbaru